
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya ikut ambil bagian untuk mengusut tuntas kasus pajak yang melibatkan mantan pegawai Direktorat Pajak (Ditjen Pajak) Gayus Tambunan. Langkah KPK ini bagaikan darah segar dalam pemberantasan kasus mafia pajak.
"Masuknya KPK seperti ada darah segar baru," kata Staf khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana usai seminar di Asrama Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran di Jalan Batan, Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Kamis (27/1/2011).
Denny yakin kehadiran KPK akan membawa harapan baru untuk beberapa kasus yang selama ini mandek di tangan kepolisian dan Kejaksaan. Tak hanya itu, kehadiran KPK membuat banyak kalangan semakin optimis dalam rangka pemberantasan korupsi.
"Sebagaimana yang Presiden SBY katakan, bahwa KPK harus dilibatkan. Dan kita optimis," katanya.
Dalam penanganan kasus Gayus, Denny melihat Kepolisian dan Kejaksaan terhalang oleh beberapa hambatan seperti banyaknya mafia pajak dan mafia peradilan. Apalagi, sebagian oknum dari kedua institusi tersebut diduga ikut bermain dalam kasus Gayus.
"Salah satu problem penangangan kasus Gayus, adanya mafia pajak dan peradilan yang melingkupi kepolisian dan Kejaksaan, padahal mereka sudah bekerja dan melaksanakan berbagai langkah, terlebih ada beberapa oknum yang juga mengait di kepolisian dan Kejaksaan," imbuh pria berkacamata ini.
"Maka itu ada baiknya KPK masuk sehingga terhindar dari benturan dan konflik kepentingan," tandasnya.
sumber: detik.com

0 komentar:
Posting Komentar
Tidak boleh menggunakan kata yg mengandung SARA , Agama ,dan Pornografi